Minggu, 27 Oktober 2013

Sepak Terjang Pahlawan Tatar Sunda, Mohammad Toha !


Berbicara kaitannya dengan pahlawan tatar sunda, terdapat banyak pahlawan yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Padahal jasa mereka terhadap pertahanan negara dapat diperhitungkan sebagai seorang pahlawan nasional. Salah satu dari mereka adalah tokoh yang bernama Mohammad Toha. Menurut saya, tokoh ini tidak begitu terkenal di telinga masyarakat pada umumnya. Masyarakat hanya mengenal Mohammad Toha ini sebagai salah satu nama jalan yang terdapat di kota Bandung. Meski demikian, monumen tokoh ini dapat dilihat jika kita berkunjung ke daerah Dayeuhkolot. Karena, di tempat tersebutlah terjadinya sebuah peristiwa yang berkaitan dengan sepak terjang Mohammad Toha. Peristiwa yang tentu tidak akan pernah terlupakan oleh masyarakat Bandung khususnya, yakni Bandung Lautan Api (BLA).
             Tokoh Mohammad Toha ini ternyata tidak berbeda jauh dengan tokoh Dipati Ukur yang telah dibahas minggu lalu, sepak terjangnya dalam membela tanah air dan gelarnya sebagai pahlawan masih menjadi hal yang kontroversi. Toha dikenal sebagai tokoh yang meledakan gudang mesiu milik Belanda (javakini, 2011) sebagai salah satu kronologis peristiwa Bandung Lautan Api. Berdasarkan catatan sejarah, peristiwa yang jatuh pada 24 Maret 1946 dilatarbelakangi oleh keinginan Inggris menguasai wilayah Bandung guna dijadikan markas militer mereka dalam menghadapi perang Kemerdekaan Indonesia. Keinginan pihak sekutu hampir terlaksana, dengan telah dikuasainya Bandung bagian utara. Karena dirasa sedikit langkah lagi dalam menguasai Bandung kala itu, Inggris mengeluarkan ultimatum bagi warga Bandung untuk segera mengosongkan Bandung Selatan dalam jangka waktu dua hari yakni dari tanggal 23-24 Maret 1946.
            Awalnya Nasution bersama Tentara Rakyat Indonesia (TRI) menuruti keinginan Inggris, namun ketika diadakan rapat menjelang hari terakhir berlakunya ultimatum ada yang mencetuskan bahwa daripada Bandung jatuh pada pihak sekutu, lebih baik Bandung dibumihanguskan guna menghindari penguasaan Bandung dijadikan sebagai markas militer Inggris. Hal ini akhirnya disepakati, dan pada 23 Maret 1946 pukul 20.00WIB kota Bandung telah dibumihanguskan dan telah kosong dari penduduk serta TRI yang ada sebelumnya. Sehingga dimana-mana asap hitam mulai mengepul membumbung tinggi ke udara mengiringi rombongan besar penduduk Bandung yang meninggalkan kota Bandung.  Menurut sebuah artikel (Soemitro, 2012) puncak dari peristiwa ini adalah pembakaran yang mengakibatkan ledakan besar di gudang amunisi milik tentara Sekutu yang dilakukan  Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, dua anggota milisi barisan Rakyat Indonesia (BRI). Tugas ini berhasil dieksekusi dengan baik oleh Mohammad Toha, akan tetapi menyebabkan dirinya  dan Mohammad Ramdan meninggal dalam ledakan dan kebakaran gudang tersebut.
            Selama 67 tahun, masyarakat kota Bandung selalu memperingati peristiwa yang kala itu Bandung menjadi sebuah lautan api. Melalui peristiwa tersebut dapat menorehkan satu tokoh yang amat berjasa karena tindakan kepahlawanannya yang mampu meledakkan sebuah gudang amunisi milik sekutu saat itu. Tokoh Muhammad Toha hingga kini menjadi bagian dari sebuah perdebatan akibat penolakan dari Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) terhadap pengajuan status kepahlawanannya. Padahal, dukungan masyarakat terhadap penganugerahan gelar pahlawannya begitu besar, karena terdapatnya riset atau penelitian terhadap kontribusi Mohammad Toha dalam peristiwa heroik Bandung lautan api. Menurut sejarawan Nina Herlina Lubis (pikiranrakyat, 2012) mengatakan bahwa kepahlawanan Mohammad Toha, menurutnya begitu legendaris dan dikenal masyarakat. Di daerah pun Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sudah mendapat rekomendasi lebih dari 200 lembaga, artinya masyarakat Jabar ingin Mohammad Toha menjadi pahlawan nasional.
            Berdasarkan penelitian, pencarian data yang dilakukan terhadap kasus Muhammad Toha ini telah sampai pada saksi mata (eye witnes). Di mana terdapat saksi mata yang melihat dan mengantarkan Mohammad Toha berenang ketika malam hari menuju gudang mesiu dan menjelang pagi harinya ada ledakan di gedung tersebut. Dari 11 anggota pasukan yang berangkat kala itu, sembilan orang kembali dengan terluka dan meninggalkan dua orang, yakni Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan. Kemudian, keesokan harinya terdapat ledakan yang merenggut nyawa keduanya. Logika kita harus jalan untuk menanggapi masalah ini, karena tidak ada selain mereka di gedung mesiu tersebut. Selain itu, menurut Nina Herlina (pikiranrakyat, 2012), saudara dari Mohammad Toha sebelum kejadian telah melihatnya membawa granat untuk meledakan gudang mesiu. Meski demikian, BPPP tidak menanggapi pernyataan tersebut dan menolak Muhammad Toha untuk diajukan sebagai pahlawan nasional melalui surat yang diterima oleh Gubernur Jawa Barat Dni Setiawan pada tahun 2007 lalu. Di dalam surat tersebut  menyebutkan bahwa Mohammad Toha tidak dapat diusulkan lagi menjadi pahlawan nasional karena sudah mendapat penghargaan bintang jasa Mahaputra Pratama sebagai lambang dari aksi heroiknya.
            Menurut saya, penolakkan gelar pahlawan dari Muhammad Toha ini terdapat alasan politik yang ikut berperan dalam penentuan tersebut. Misalnya, seorang pejabat yang meninggal akibat pesawat yang ditumpanginya itu jatuh, karena sedang menjalankan tugas tiba-tiba dengan tanpa diseminarkan langsung jadi pahlawan nasional. Sementara itu, Inggit Garnasih yang berjuang membela bangsa Indonesia belum juga menjadi pahlawan nasional, sama nasibnya seperti Muhammad Toha.

Sumber:
Javakini. (2011). Dayeuh Kolot dan Bandung Lautan Api. [online]. Tersedia: http://javakini.com/index.php/bingkai/114-dayeuhkolot-dan-bandung-lautan-api.  [23 Oktober 2013].
Pikiran rakyat. (2012). Pemerintah Pusat Abaikan Aspirasi Masyarakat Jabar dalam Penganugerahan Gelar Pahlawan. [online]. Tersedia: http://www.pikiran-rakyat.com/node/210872. [23 Oktober 2013].
Soemitro, Maria. (2012). Mohammad Toha, Pahlwan Bandung Lautan Api. [online]. Tersedia: http://sejarah.kompasiana.com/2012/11/10/mohammad-toha-pahlawan-bandung-lautan-api-501907.html.  [19 Oktober 2013].


Hari Pahlawan yang selalu diperingati pada tanggal 10 November oleh semua warga Indonesia, merupakan hari di mana pahlawan-pahlawan Indonesia melakukan perang dan pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial. Peringatan hari Pahlawan ini bukan hanya sekedar hadiah bagi rakyat Indonesia, melainkan momen untuk mengenang jasa para pahlawannya dalam melakukan perjuangan demi memperoleh kemerdekaan. Namun, jika kita melihat pada masa lalu perjuangan para pahlawan tidak dapat dibayar dalam bentuk apa pun. Hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November merupakan hari di mana terjadinya pertempuran di Surabaya antara Indonesia dengan Inggris pada tahun 1945. Pertempuaran ini adalah pertempuaran pertama paska terjadinya proklamasi kemerdekaan. Terdapat banyak insiden pada peristiwa ini, seperti perobekan bendera Belanda yang terjadi di hotel Yamato hingga tewasnya Brigadir Jendral Mallaby oleh salah seorang pemuda Indonesia. Hal ini menyebabkan munculnya ultimatum terhadap Indonesia untuk menyerahkan seluruh persenjataan pada pihak lawan, dengan batas waktu hingga 10 November 1945. Ultimatum tersebut pun ditolak, yang akhirnya pada batas akhir Surabaya di bom bardir. Pihak Indonesia yang kala itu dipimpin oleh tokoh ternama yakni Bung Tomo dengan slogannya yang terkenal “arek-arek Suroboyo” mengerahkan para pemuda dan seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap mereka. Namun, pada akhirnya Surabaya tetap jatuh di tangan sekutu. Pertempuran yang menewaskan ribuan korban jiwa telah menggerakkan seluruh rakyat Indonesia melakukan perlawan dan mengusir penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur pada 10 November menjadikan waktu yang dikenang oleh bangsa Indonesia sebagai hari Pahlawan hingga saat ini.
Dengan melihat sejarah para pahlawan yang memperjuangkan tanah air, selayaknya kita sebagai warga negara yang berbudi pekerti wajib menundukkan kepala dan mengenang jasa pahlawan. Meski setiap tahun kita mengenangnya, akan tetapi mutu peringatan itu mulai menurun. Maka, hal itu dapat kita lakukan saat ini dengan cara belajar sungguh-sungguh demi tercapainya cita-cita yang dapat mengharumkan nama bangsa nantinya. Menurut salah satu artikel (Gemari, 2009) untuk menjawab penghargaan bagi para pahlawan, selayaknya warga Indonesia saat ini bergiat untuk melakukan pembangunan yang progresif. Pembangunan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan study tour mengunjungi tempat-tempat bersejarah sekaligus melakukan bakti sosial di sana. Kemudian dapat dilanjutkan dengan mempromosikan tempat tersebut hingga akhirnya dapat menjadi daya tarik tersendiri baik itu bagi penduduk lokal bahkan hingga kancah internasional. Selain itu, dapat pula dengan meniru semangat perjuangannya dan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, sikap berani, pantang menyerah, rela berkorban dan menolong sesama. Sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah, saya juga menyarankan hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk mengenang jasa pahlawan, diantaranya melalui pengangkatan nama pahlawan dalam bentuk tulisan yang tercetak dalam buku-buku pelajaran atau kalau menurut catatan tesis (Binus, 2011) dapat pula dengan menuliskan gagasan pikiran terkait dengan perjuangan pahlawan di berbagai media. Dalam bidang kreatif, penghormatan pada jasa para pahlawan pu dapat diangkat dan dituangkan ke dalam bentuk komik, novel bahkan film.



Sumber:
Gemari. 2009. Hari Pahlawan Semangati Pemberdayaan Masyarakat. [Online]. Tersedia: www.gemari.or.id/file/edisi106/gemari10605.pdf.  [11 September 2013].
Binus. 2011. Tanpa Judul. [Online]. Tersedia: thesis.binus.ac.id/doc/Bab1/2011-2-00243-ds%20bab%201.pdf. [11 September 2013].

Pengertian e-learning


Pengertian E-Learning
1.      Menurut Ong dalam bukunya Kamarga (2002) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (M-edukasi. (2012).  Pengertian E-Learning. [Online]. Tersedia: http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/pengertian-e-learning.html.  [11 September 2013].).
2.      Menurut Darin E. Hartley (2001) menyatakan bahwa e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Elib unikom (PDF). (tanpa tahun). Pengertian e-Learning. [Online]. Tersedia: http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=77519. [11 September 2013].).
3.      Menurut Matthew Comerchero dalam E-Learning Conceept and Techniques (Bloomsburg, 2006) mendefinisikan e-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi (Elib unikom (PDF). (tanpa tahun). Pengertian e-Learning. [Online]. Tersedia: http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=77519. [11 September 2013].).
4.      Menurut Victoria L. Tinio, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning (Wikipedia. (2013). Teknologi Informasi Komunikasi.[Online].Tersedia:http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi#E-learning. [11 September 2013].).
5.      Learn Frame.Com dalam Glossary of e-Learning Terms (2001) menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone (Elib unikom (PDF). (tanpa tahun). Pengertian e-Learning. [Online]. Tersedia: http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=77519. [11 September 2013].).
6.      Menurut Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning, digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. e-learning didefinisikan sebagai berikut: e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses. (M-edukasi. (2012).  Pengertian E-Learning. [Online]. Tersedia: http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/pengertian-e-learning.html.  [11 September 2013].).

Jika disimpulkan dari beberapa pendapat para ahli tersebut pengertian dari e-learning menurut saya adalah proses pembelajaran dengan menggunakan media sosial, seperti internet dan jaringan komputer lainnya yang digunakan dalam pendidikan formal maupun nonformal.