PANJAT
PINANG, PERLOMBAAN KHAS 17 AGUSTUS
Oleh
Divi
Anggraeni
Berita terkini datang dari negara kepulauan terbesar di dunia, yakni
Indonesia. Ragam budaya yang dimiliki Indonesia memiliki daya tarik tersendiri
baik bagi masyarakat Indonesia, maupun masyarakat mancanegara. Demikian pula
dengan tradisi-tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia, memiliki keunikan
yang tidak dimiliki oleh negara lain. Misalnya saja tradisi mudik saat
menjelang hari raya Idul Fitri, tradisi pusat perbelanjaan yang memberikan
diskon pada setiap barang yang berkaitan dengan kebutuhan menjelang hari-hari
besar (Idul Fitri, Natal,dll), tradisi membeli baju baru untuk dikenakan di
hari raya, tradisi mengadakan perlombaan ketika memeperingati hari kemerdekaan dan
sebagainya.
Sebagaimana
adat istiadat yang dimilki oleh setiap daerah, beragam tradisi yang telah
disebutkan sebelumnya juga dilakukan secara turun-temurun, sayangnya banyak
masyarakat yang belum mengetahui asal muasal tradisi yang mereka lakukan
tersebut. Beberapa tradisi unik masyarakat Indonesia umumnya akan banyak ditemukan
dalam umat Islam, khususnya menjelang bulan Ramadhan, ketika bulan Ramadhan dan
menjelang hari raya Idul Fitri. Namun kali ini, tradisi saat menyambut hari
kemerdekaanlah yang menjadi pilihan untuk dikaji, yakni tradisi panjat pinang
sebagai salah satu perlombaan bahkan olahraga yang sering diadakan oleh
masyarakat Indonesia umumnya.
Panjat
pinang adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada perayaan hari
kemerdekaan (Wikipedia, 2013). Jenis perlombaan ini belum dapat ditemukan di
negara lain, kecuali hanya terdapat di Indonesia saja. Maka tidak heran jika
perlombaan ini termasuk ke dalam kategori perlombaan unik. Panjat pinang juga
merupakan perlombaan yang banyak menarik perhatian masyarakat, khususnya bagi
kaum pria. Jika dalam memperingati hari kemerdekaan tanpa hadirnya perlombaan
panjat pinang ini, maka perayaan tersebut dirasa kurang meriah. Karena panjat
pinang dianggap sebagai puncaknya dari sederetan perlombaan yang diadakan oleh
masyarakat.
Cara bermain dari lomba panjat pinang ini umumnya menggunakan sebuah
pohon pinang tinggi yang
ditancapkan pada tanah dan batangnya dilumuri oleh pelumas yang
telah disiapkan oleh panitia perlombaan (Wikipedia, 2013). Kemudian, di bagian
atas pohon tersebut disiapkan berbagai hadiah menarik seperti pakaian, peralatan
rumah tangga, buku tulis, tas bahkan uang. Para peserta berlomba untuk
mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Karena
batang pohon tersebut licin, para pemanjat batang pohon sering kali jatuh.
Strategi dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang
biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik
bagi para penonton.
Perlombaan
yang telah populer di kalangan rakyat Indonesia ini ternyata tidak selamanya
disukai oleh masyarakatnya, karena menurut sebuah artikel terdapat sisi kelam
dari tradisi panjat pinang (Nugum, 2011). Dalam sebuah sinetron “Para Pencari
Tuhan” karya Deddy Mizwar, terdapat satu adegan dimana salah seorang
tokoh ingin mengadakan acara Agustusan,
kemudian ada yang mengusulkan acaranya itu lomba panjat pinang, akan
tetapi usulnya tersebut ditolak mentah-mentah dengan alasan, panjat pinang
sebenarnya adalah salah satu hiburan bagi orang-orang Belanda ketika menjajah
Bangsa Indonesia.
Panjat pinang sebenarnya berawal
ketika masa penjajahan Belanda terhadap Indonesia tempo dulu. Ketika Belanda sedang
mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lainnya, mereka
mengadakan lomba pijat pinang dengan pesertanya adalah orang pribumi. Hadiah
yang diperebutkannya pun berbeda dengan sekarang, karena pada saat itu hadiah
berupa bahan makanan seperti keju, gula, serta kemeja (Kidnesia, 2013). Sangat
disayangkan, ketika orang pribumi sedang bersusah payah untuk memperebutkan
hadiah, orang-orang Belanda hanya duduk dan menonton aksi orang pribumi sambil
tertawa.
Dapat dibayangkan bagaimana pada kala itu rakyat pribumi
sedang mengalami masa penjajahan, ditambah mereka harus bersusah payah dengan
berlumuran keringat. Sedangkan penjajah beserta keluarganya tertawa melihat
penderitaan bangsa Indonesia. Bentuk perlombaan panjat pinang masih
dilestarikan hingga saat ini, meski tradisi ini masih kontroversi. Bagi
sebagian kalangan masyarakat, panjat pinang merupakan tantangan pendidikan yang
mengajarkan orang untuk dapat bekerja sama, gotong royong, dan tidak putus asa dalam
mencapai sebuah tujuan yang diharapkan. Akan tetapi, sebagian lainnya
mengatakan panjat pinang merupakan sesuatu yang hanya merendahkan martabat
rakyat Indonesia. Melihat situasi yang penuh kontroversi mengenai panjat
pinang, tentunya tidak menjadikan tradisi ini tersingkirkan begitu saja di
kalangan masyarakat Indonesia, namun tetap dijadikan sebagai salah satu tradisi
unik yang negara lain belum tentu memilikinya.
Referensi :
Dewi, Annisa. (2013). Panjat Pinang. [Online]. Tersedia: http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku/Warisan-Nusantara/Panjat-Pinang#.UcAPO7FTcR8.facebook. [10 Agustus 2013].
Nugum. (2011). Sejarah
Panjat Pinang. [Online]. Tersedia: http://nugum.blogspot.com/2011/04/sejarah-panjat-pinang.html. [10 Agustus 2013].
Wikipedia. (2013). Panjat Pinang. [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_pinang. [10 Agustus 2013].